Herbal

0 komentar
Orang yang mengonsumsi herbal untuk pertama kalinya, mungkin akan dikejutkan oleh reaksi yang kadang tidak menyenangkan yang dihasilkannya. Akibatnya, seringkali beberapa orang menyimpulkan bahwa mereka mengalami keracunan atau merasa tidak cocok. Mari kita lihat reaksi seperti apa yang dimaksudkan dalam penjelasan berikut.

Reaksi Obat Herbal

Reaksi yang dimaksudkan di atas, biasanya akan muncul dalam bentuk yang berbeda-beda pada tiap orang. Terkadang, pada awal terapi herbal, perut Anda akan terasa seperti dikocok selama satu atau dua hari, pusing, mual, dan  sakit perut mungkin menyertainya.
Jika Anda mengalaminya, jangan khawatir! Secara umum dikatakan bahwa reaksi ini adalah efek penyesuaian tubuh, dimana tubuh menyesuaikan sistem metabolisme untuk bisa memanfaatkan pengobatan yang diberikan oleh herbal tersebut dan biasanya akan hilang setelah beberapa hari.
Selain efek penyesuaian tersebut, akan ada efek detoksifikasi, dimana tubuh mengeluarkan racun atau zat-zat berbahaya dari dalam tubuh ketika/setelah menerima pengobatan.
Reaksi yang mungkin muncul adalah batuk-batuk, pilek, demam, gatal-gatal, banyak mengeluarkan keringat, sering buang air kecil dan besar dan sekali lagi efek tersebut akan berbeda-beda pada tiap orang.
Jika Anda merasakan reaksi atau efek yang tidak menyenangkan tersebut, ketika/setelah menggunakan obat herbal, jangan menyerah dan menghentikan pengobatan yang diberikan, itu sama saja dengan menghentikan proses pengobatan dan pemulihan.
Jika Anda tidak yakin, konsultasikan dengan ahli herbal Anda dan ikuti petunjuk yang diberikan. Biasanya, ahli herbal akan menganjurkan Anda mengurangi dosis untuk meringankan efek tersebut dan memberikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan bekerjanya obat herbal.

Bagaimana Reaksi Obat Herbal Bekerja?

Reaksi obat herbal bekerja dengan cara membangun dan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh dengan memperbaiki sel dan organ-organ yang rusak.
Tak heran, dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk merasakan efek positif obat herbal dibandingkan jika kita menggunakan obat kimia. Alasan lain, kebanyakan obat herbal yang beredar di pasaran bukan berupa senyawa aktif yang diperoleh dari proses ekstraksi melainkan berasal dari bagian tanaman obat yang diiris, dikeringkan, dan dihancurkan.
jadi, seseorang yang memutuskan untuk menggunakan obat herbal sebagai pengobatan harus sabar menunggu hasilnya. Hal itu disebabkan, senyawa-senyawa berkhasiat di dalam obat herbal membutuhkan waktu untuk menyatu dalam metabolisme tubuh. Berbeda dengan obat kimia yang bekerja dengan cara meredam rasa sakit dan gejalanya,  obat herbal bekerja dengan berfokus pada sumber penyebabnya. (sumber : deherbadotcom)

Namun, dengan kemajuan teknologi saat ini, sudah banyak produsen herbal yang dapat membuat kerja obat herbal lebih berkhasiat dan dapat memberikan efek positif yang cukup lebih cepat jika dipakai dengan cara yang tepat, apalagi bila ditambah dengan pola hidup sehat, perubahan sudah dapat dirasakan sebelum habis pemakaian. dan dalam beberapa bulan asja dengan pemakaian yang rutin, kesehatan bahkan kesembuhan mungkin sudah anda dapat rasakan.

Perlu kiranya kita tahu bersama perbedaan obat kimiawi dan herbal.

OBAT KIMIAWI
  • Lebih di arahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.
  • Bersifat sympthomatis  yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.
  • Bersifat paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, yang pengobatannya berdasarkan gejala yang ada, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak endapan obat akan menjadi racun yang berbahaya.
  • Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.
  • Relatif kurang efektif untuk penyakit kronis.
  • Reaksi cepat, namun efek sampingnya bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.
  • Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah. 
OBAT HERBAL

  • Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi organ-organ tubuh yang rusak.
  • Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.
  • Bersifat Kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya berpegang pada sumber penyebab penyakit.
  • Lebih di utamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerlukan pengobatan lama.
  • Efektif untuk penyakit kronis yang sulit diatasi dengan obat kimia.
  • Reaksi bisa cepat bisa lambat tetapi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.
  • Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman. (sumber : grosiramazonplusdotcom)
HERBAL P.L.K. HBHC

Sampai saat ini, kami masih bekerjasama dengan beberapa pihak produsen herbal yang kami percaya, yang dapat kami referensikan kepada anda.
Kami sangat senang jika anda mau menghubungi kami untuk berkonsultasi terlebih dahulu, sebelum memutuskan menggunakan herbal untuk kesehatan dan kesembuhan anda.
Kami siap untuk mengirim produk herbal ke tempat anda.
Untuk melihat produk Herbal pilihan Kami silahkan KLIK DI SINI

0 komentar: